Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Cerita Rakyat Dari Aceh, si Layar

Pada zaman dahulu di kerajaan Tanah Alas hiduplah seorang raja yang sangat arif dan bijaksana. Kerajaan Tanah Alas makmur, aman dan sejahtera.

Kelahiran Layar

Sang raja mempunyai seorang penasehat yang baik yang bernama Tande Wakil. Sang raja juga hampir selalu menuruti apa yang menjadi nasehat dari Tande Wakil. Sayang setelah lama berumah tangga sang raja belum mempunyai seorang anak.

Pada suatu malam sang raja bermimpi ditemui oleh seorang kakek. Kakek itu mengatakan dan menyuruh raja untuk mendatangi seorang tabib yang tinggal di sebuah hutan di tepi wilayah kerajaan. Setelah mendatangi tabib permaisuri harus minum ramuan yang dibuat oleh tabib tersebut.

Maka tak lama kemudian sang raja mengutus prajurit untuk membawa tabib datang ke istana.Tabib kemudian diperintahkan untuk membuat ramuan. Setelah ramuan jadi, ramuan tersebut langsung diminum oleh permaisuri.

Dan benar saja, tidak lama kemudian permaisuri hamil. Setelah waktu yang ditentukan lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama Layar.

Layar dibuang ke hutan

Namun belum sampai 1 bulan kebahagiaan sang raja dan permaisuri berubah total. Tande Wakil memberitahu raja bahwa dia bermimpi yang menyatakan bahwa kelahiran Layar akan membawa bencana bagi kerajaan Tanah Alas. Karena itu Tande Wakil meminta raja agar membuang Layar ke hutan. 

Dengan penuh rasa kasihan dan terpaksa raja membuang Layar yang masih bayi itu ke hutan. Dengan izin Tuhan Layar ditemukan oleh  seekor kera yang sakti. Kera tersebut merawat Layar dengan baik, mengajari dengan sopan santun dan akhlak mulia. Karena itu saat remaja Layar menjadi seorang pemuda yang tampan, badannya sehat dan kuat serta akhlaknya mulia.

Pada suatu hari Layar bertemu dengan seorang kakek. Kakek itu kemudian mengetahui bahwa Layar adalah putra dari raja Tanah Alas. Kakek tersebut juga memberitahu Layar bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya masih hidup tapi sangat menderita dan tinggal di sebuah gubuk di luar istana.

Yang menjadi raja di Tanah Alas saat sekarang adalah paman dari Layar yang berlaku kejam dan tidak bisa menjaga keamanan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Tanah Alas. Layar tentu saja sangat sedih mendengar cerita dari sang kakek.

Kembali ke istana

Lalu sang kakek mengajak Layar untuk datang ke istana menemui pamannya yang sekarang sudah menjadi raja. Mereka kemudian berangkat ke istana dan ternyata pamannya membenci kedatangan Layar. Dia takut Layar akan meminta kekuasaan yang dulu merupakan milik ayahnya. 

Karena itu Layar diperlakukan dengan buruk juga. Banyak prajurit yang kuat dan kejam yang harus menjaga Layar selama 24 jam. Layar diminta untuk bekerja keras sedangkan makanan hanya diberi sedikit saja sehingga badan Layar menjadi kurus.

Berkali-kali usaha pembunuhan terhadap Layar dilakukan oleh pamannya melalui para prajurit namun usaha tersebut tidak berhasil.

Pada suatu hari raja memanggil orang kepercayaannya yang bernama Penghulu Mude untuk menghabisi Layar. Penghulu Mude mempunyai siasat, dia mengajak Layar pergi untuk membeli kerbau. Namun di tengah perjalanan Layar didorong sehingga masuk ke dalam jurang. Penghulu Mude lalu lapor kepada sang raja bahwa Layar sudah tewas.

Namun yang terjadi tidak seperti itu. Saat jatuh ke dalam jurang Layar ditemukan oleh jin yang baik yang bernama Siah Ketambe. Karena ditangkap oleh jin tersebut Layar sehat, tidak terluka dan tidak sakit sedikitpun. Dari Siah Ketambe inilah Layar tahu bahwa  Penghulu Mude sengaja mendorong tubuh Layar ke jurang karena disuruh oleh pamannya agar Layar tewas.

Kembali lagi ke istana

Layar menjadi bingung dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ketika dia memberitahu Siah Ketambe bahwa dia ingin kembali ke istana Siah Ketambe membekali Layar dengan berbagai ilmu kesaktian, ilmu beladiri dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh Layar agar dia bisa mengalahkan paman dan prajurit-prajurit nya. Maka begitulah yang terjadi, Layar kini sudah berubah. Dia sudah menjadi pemuda yang percaya diri dan mempunyai banyak ilmu dan kesaktian yang tiada tara.

Lalu Layar kembali ke istana dan menemui pamannya. Pamannya sangat kaget karena menurut laporan Penghulu Mude Layar sudah mati. Karena merasa malu, Penghulu Mude langsung menyerang Layar di hadapan sang raja. Namun apa yang terjadi? Dengan mudah Penghulu Mude dikalahkan oleh Layar. Prajurit yang lain segera mengeroyok Layar namun lagi-lagi mereka roboh, jatuh bergelimpangan tak berdaya.

Bahkan para prajurit ini lalu mengakui kesaktian layar dan mendukung si Layar. Pamannya, sang raja tersebut ketakutan. Dia meminta maaf dan memohon agar tidak dibunuh oleh Layar. Karena sudah mendapat didikan dari kera yang sakti dan jin Siah Ketambe maka Layar pun mengampuni pamannya tersebut. Kini layar yang menjadi raja di Tanah Alas. Kerajaan Tanah Alas kembali menjadi makmur, aman dan sejahtera. Seluruh rakyat mendukung Layar yang memang benar-benar putra mahkota penerus kerajaan.

Demikian tadi cerita rakyat dari Aceh yang mengisahkan tentang si  Layar. Dari cerita tersebut kita bisa mengambil hikmah bahwa orang yang baik tentu akan mendapatkan kebaikan. Demikian juga orang yang suka berbuat jahat akan mendapat balasan kejahatan atau penderitaan juga. Hal-hal yang sudah menjadi hak seseorang tentu akan dapat kembali lagi kepadanya asal diraih dengan usaha dan kerja keras.

Post a Comment for "Hikmah Cerita Rakyat Dari Aceh, si Layar"